Senin, 07 Juli 2014

7Kunci SUKSES Untuk hidup yang lebih BAIK.

Hal-Hal yang membuat agan-agan begitu-gitu saja

Intermezzo.
 Hidup adalah sebuah pilihan. Kalimat yang sudah biasa kita dengar, kita hidup di dunia yang sama, namun untuk hidup yang indah merupakan suatu pilihan.
Banyak orang yang pasrah akan takdir, dan tak ingin untuk mengubah jalan hidup mereka yang gitu-gitu aja. Basi gan, kalo kita hanya bisa pasrah terhadap kenyataan hidup atau yang sering kita dengar dengan sebutan takdir.
Oke inilah beberapa tips dari saya untuk agan-agan sekalian, tips ini mungkin memamtu membuat hari agan-agan lebih berwarna.

1.Mempunyai MIMPI yang besar
  Banyak dari orang mayoritas kita yang molok-molok terhadap mimpi, adapun dari mereka mencemooh kita terhadap mimpi kita, bahkan mencap kita sombong tentang apa yang kita impikan.
Kita mengetahui bersama, ketika kita berada di sekolah dasa kita menggebu-gebu menyorakkan apa mimpi kita, banyak juga dari kita sewaktu kecil meiliki cita-cita yang sering di ucapkan
anak-anak sekolah dasar, seperti :-Dokter, -Pilot, -Polisi, DLL.
Pada waktu itu kita menyadari bahwa cita-cita itu dapat kita dapatkan dengan mudah. Namun, seiring berjalannya waktu kita mulai merasakan suatu ganjalan-ganjalan terhadap mimpi kita, banyak orang merasa putus asa
akan mimpi-mimpi mereka, dan mereka mulai berhenti mengejar mimpinya serta pasrah mengikuti jalan hidupnya.

2.Tidak mensyukuri apa yang didapat.
   Inilah gan, yang membuat hidup kita selalu merasa tidak puas akan apa yang kita memiliki. Walaupun kita sebagai manusia tidak mengenal kata puas, alangkah lebih baiknya kita mensyukiri apa yang kita dapatkan
di harini dan memulainya besok hari untuk hasil yang lebih baik. Kita harus berpuas dari terhadap didi kita di setiap kondisi apapun, karena masih banyak orang-orang diluar kia yang tidak seseberuntung kita gan.

3.Ambil pusing Terhadap HATERS
  Pastinya seseorang manusia memiliki fans dan haters, ini bak hukum alam yang tak bisa kita lewatkan. Seseorang manusia yang baik saja ada yang membenci apalagi seperti kita-kita ini gan.
Biasanya haters itu iri terhadap hidup kita, maka dari itu mereka mengeluarkan kata-kata yang tak pantas terhadap hidup kita, dan banyak juga dari agan-agan yang ambil pusing terhadap kata-kata mereka.
Padahal kata-kata mereka itu belum tentu seburuk apa hidup yang kita jalanin. AgnesMonica pernah nge-tweet gini gan "ANJNG BERGONGGONG, ORANG KEREN TETAP EKSIS". Itu yang buat ane gak ambil pusing
terhadap perkataan mereka gan.

4.Tidak siap terhadap peluang
  Ini gan hal yang sering kita alamin, kita kurang siap ketika mendapatkan suatu kesempatan. Selama ini kita memikirkan sesuatu yang kita ingin-ingin kan, tetapi di kala kita mendapatkan kesempatan
kita malah ngerespond "Ntar aja deh".. "Hemm,,sepertinya aku gak bisa" "Lu aja deh bro". Itula yang membuat hidup kita stuck di tempat, padahal kita harus siap mendapatkan suatu kesempatan, maka dari itu gan
ane gak percaya sama yang namanya kebetulan gan, kebetulan itu datang karena adanya kesempatan.

5.Tidak Percaya diri
  Kalok masalah yang ini gan, ane sendidi juga sering mengalaminya. Kita sering berkata "Kita yakin, Kita bisa" tapi gan sesudah di hadapi dengan kenyataan kita malah sering Tampil "under perfomance". Mindset itulah
yang harus kita ubah. Kita sering merasa tidak PD terhadap kaedaan diri kita, tapi, yakinlah kita merupakan bagian tersempurna yang di ciptakan tuhan dan diletakkan di alam dunia ini.

6.Tidak mempunyai tujuan hidup
 Seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai fungsi tertentu. Begitupun dengan hidup, kita hidup di dunia ini untuk mencapa suatu tujuan. Banyak dari kita yang hanya hidup dan mengikuti jalan hidupnya tanpa mau
mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

7.Terlalu larut dalam kesedihan.
 Sedih sih boleh gan, tapi jangan sampai kesedihan tersebut berlarut-larut sehingga menurunkan efektabilitas hidup agan. Emang sih gan terkadang kesedihan itu tidak bisa di duga-duga kedatangannya. Apalagi sedihnya di tinggal orang yang di sayang gan,, walah kalau ini payah urusannya.

Minggu, 06 Juli 2014

Lagu Favorit saya.

  Kali ini saya akan memposting lagu favorite ane gan. Lagu dari band "Passenger" ini menjadi hits di hati ane selama berbulan-bulan. Dan ane tau lagu ini dari acara music berkelas "Break-out NET". Langsung saja ini dia "LET HER GO"

Passenger - Let Her Go

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast
You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch, oh it dies

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast
Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
'Cause you loved her too much and you dive too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Oh oh oh no
And you let her go
Oh oh oh no
Well you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Kamis, 19 Juni 2014

XI-IPA3. NONSENSE.


Buk H.K (Wali kelas) Gery (K.Kelas) Zulfi (Saya) Dika (Wkl. K. Kelas)
                                              
                                                          Dian, Didel, Pratiwi, Intan

                                                        Rizka, Masita, Nurul, Mira

Dedi, Muhar, Reynaldi, Viki

Meli, Indah, Lora, Novi


                                                            Alza, Ngalem, Prisil, Sarah



                                                
                                                                Paiz Temi, Potan, Galih
                                                       Alfi, Dini, Febi, Rani
                                                     Rama, Nabilah, Halimah, Resgah
Intan s, Dita, Eka, Nirta
                                                       Riki, Sarul, Kiki, Nawaf.
Itulah Xi-IPA3 SMAN13, T.A.2013/2014.
Maaf kalau ada yang nggak di sebut.
I always as always being together with you all.





IPA 3 MENANGIS.


IPA 3 MENANGIS.
  Tak pernah sebelumnya ku melihat wanita paruh baya itu menangis sederas itu di hadapan 48 pasang mata. Ialah wanita yang menjadi wali kelas kami, buk HK nama panggilannya. Tangisnya semakin deras ketika dia berkata “Sudah puluhan tahun saya mengajar, baru kali ini saya menangis di hadapan anak murid saya, jahat kalian”.
CERITA DIMULAI
  Tak ada tanda-tanda akan turun hujan di pagi yang cerah ini, panas terik matahari mulai merasuki seisi alam semesta, tak terkecuali sekolahku tercinta. “Penghormatan kepada pemimpin Upacara” terdengar suara dari loudspeaker yang tergantung di dinding kelas, bertanda upacara pagi bendera telah dimulai. Seperti anak-anak murid biasanya, upacara senin adalah hal yang sangat membosannkan untuk dilaksanakan. Selang 30 menit berdiri di tengah terik matahari upacara-pun selesai, “upacara selesai, barisan di bubarkan” bertanda upacara telai berakhir.
   Bel pergantian pelajaran telah berbunyai, tandanya untuk memasukan buku Kimia kedalam tas, dan mengeluarkan buku Fisika dari dalam tas. Siall, baru jam Sembilan mataku sudah ngantuk, kuputuskan untuk mencuci mukak di wastafel depan kelas, namun niat itu langsung ku urangkan ketiaka melihat sesosok wanita yang muncul dari lorong pintu dan dengan seketika berjalan kearah meja guru dengan membawa rol yang panjang dan terbuat dari kayu. Wanita yang kini sudah duduk di bangku yang telah disediakan, melihat kumpulan kertas yang ia bawa, kumpulan kertas yang bisa kutebak bahwa itu adalah hasil ujian kelas XI-IPA6, “Kita ujian kan?” wanita itu melihat keseluruh penjuru kelas. “Rabu buk tapi ibuk bilang” kompak sekelas berkata seperi itu, “oh yasudah, ini kita kalian catat dulu soal ini ya” wanita itu mulai memilih spidol yang ia gunakan.
   Ia pun mulai menuliskan soal yang akan kami selesaikan, aku yang pada saat itu memang sedang ngantuk tak langsung menulis soal yang baru dituliskan sampai dengan nomor 1. Soal yang wanita itu tuliskan hampir sama dengan soal minggu lalu, begitupun aku gelagapan kalau di suruh mengerjakannya. Kini sampailah wanita itu menuliskan soal no2, aku yang pada saat itu sudah mulai bangkit dari rasa kantukku. Di sinilah muncul masalahnya.
    Tangan wanita itu tak lagi menari-nari di atas papan tulis, ia melihat kearah ku, “siapa yang melempar karet ke saya?” Tanya, ibuk itu. “karet- karet yang mana?” bisik seluruh siswa tak terkecuali aku. “Ngaku siapa yang ngelempar, atau ini ibuk perpanjang”ancam wanita itu yang kini telah memegang karet di tangan kanan-nya. Tak ada satu murid yang mengaku. Ia kembali meneruskan soal yang ia tulis, kini telah sampai ke nomor yang terakhir, 3.
   Benar, ia tak bermain-main dengan apa yang di bicarakannya. Ia pergi keluar kelas, hingga kini tak terlihat lagi sosok wanita itu. Suasana kelas bergemuruh, terdengar sorak-sorak suara “Siapa we?? Ngakulah we”. Tak ada satupun murid yang mengaku, suasana kelas semakin genting ketika masuknya sang wali kelas,-buk H.K.
   “Ada saja masalah yang kalian buat” lontar buk HK dengan nada tinggi. Terlihat dari wajahnya sedang menahan emosi yang meledak-ledak. Semua anak urid diam. Terlihat juga Bpk, Asman Situmorang selaku guru Bp kami telah berdiri di depan pintu dengan muka yang sinis. Buk HK melihat keseluruh penjuru kelas, melihat betapa tak berpendidikan anak murid yang melakukan hal itu. “Ini karet siapa yang melakukannya?”Tanya buk HK lancing, lagi, kami hanya bisa diam. “Saya hitung sampai 10, kalau tidak ada yang mengaku lihat saja nanti”ia mulai menghitung “1.2.3.4. ngakulah nak, ngaku.------5.6.7.8.9. sudah Sembilan tidak ada yang mau ngaku?—10”hitungan kesepuluh telah di ucapkan, tetapi tak ada seorangpun yang mengakuin kesalahan-nya.
    Ia semakin murka melihat kelakuan murid-muridnya yang tak ada mau mengakui kesalahannya. “Perangkat kelas beserta wakilnya, maju kedepan” perintah sang wali kelas, mereka telah berdiri di depan, dan mulai di tanyai siapa yang mengetahui tersangka di dalam kasus ini. Terlihat dari kejauhan mereka membuat gumpukkan kecil di ujung kelas, seperti membincangkan sesuatu. Selang beberapa menit, perbincangan mereka tidak membuahkan hasil sama sekali.
   “Ya tuhan, tega sekali kalian nak. Asal kalian tau laptop saya masih dalam keadaan on, meja saya berserakan, tas saya dalam keadaan terbuka,” pekik buk haka dari depan kelas, “Semoga tuhan masih menjaganya” lanjut sang wali kelas.
   “Nnnnggggguuuuuunngggggguuuu”bel tanda istirahat berbunyi. Kami tak diperbolehkan keluar,karena masih belum ketemu juga titik terang masalah ini. Lagi dan lagi buk Hk meminta untuk mengaku siapa yang melakukan hal tak berpendidikan tersebut.
  Banyak dari Etman-teman kelas yang mencurigai “Galih”-lah yang menjadi tersangka di dalam kasus ini. Namun dengan keras batinku membantak prasangka mereka. Karena pada saat itu aku sedang bercanda dengan dirinya, dan dia tidak memegang karet pada saat itu.
   Waktu terus berjalan, mata kami semua tertuju kedepan “Saya akan stay disini sampai ketemu siapa pelakunya” terdengar suara dari depan kelas. Suasana yang sebelumnya hening kini pecah ruah, tak disangka sebelumnya wanita tegar yang berada di depan kami itu menangis dengan posisi mengepalkan tangannya di meja, dan terlihatjuga di isak tangisnya ia membuka kaca-mata yang ia gunakan.
 “Sudah puluhan tahun saya mengajar, baru kali ini saya menangis di hadapan anak murid saya, jahat kalian”Ucap sang wanita itu di sela tangisnya.
Kami Hanya bisa diam, merenungi kesalahan, dan mencoba menerka-nerka siapa pelaku di balik masalah ini. Rasanya Ingin saja berteriak untuk menyerukan siapa pelakunya.
-=END-=

Minggu, 11 Mei 2014

SENDIRI.


Kesendirian

“Kenapasih gak nyarik cewek diluar sana
  kau itu manis, baik, pengertian, Kenapa harus terus ngarepin dia?”

   Kata-kata itu masih membekas di telingaku, aku tak tahu apakah aku menyadari akan hal tersebut atau tidak, yang pasti 2 kata terakhir tersebut “ngarepin dia?” harus kuakui bahwa sampai saat ini aku masih mengharapkan iba hati seseorang untuk menjemput panggilan hatiku, dan mungkin jika aku tak ke-PDan mengahbiskan sisa umurku bersamanya.-DIA
   Bisa dikatakan aku telah cukup lama berpura-pura seakan acuh tak acuh terhadap diriku tentang perasaan ini. Aku tak tahu bagaimana aku memulai semua ini. Aku tak tahu mengapa aku bisa jatuh hati kepadanya, dan hal yang paling kutakutkan dari semuanya adalah bagaimana aku harus mengakhirinya? Jikalau memang nanti aku buntu akan jalan yang harus aku jalani untuk mengakhiri semua ini, aku hanya akan berharap tuhan, tuhan yang akan mengakhiri semua ini. Terserah akankah terjadi akhir yang bahagia ataukah sebaliknya.
  Keyakinan yang kupegang teguh saat ini, sedikit- demi sedikit mulai luntur tajinya. Awalnya aku mengira bahwa semuanya akan mengalir begitu saja. Namun, disaat-saat aku berada di titik puncak kenyamananku, satu hat mengusik saraf-saraf otak ku. “Bagaimana nanti jika akhirnya tak sesuai dengan ekspetasiku?”. Pertanyaan itu terus menerus menghantui hidupku. Aku mulai tak percaya lagi akan semua angan-angan ku yang kukira itu adalah sesuatu ekspetasi yang kredibilitasnya belum bisa aku nyatakan kebenarannya hingga saat ini. Akhir yang bahagia yang selalu kubaca di dalam novel-novel-lah yang menjadikan aku gila seperti sekarang ini.
   Sedikit memalukan memang, ketika aku memutarkan kembali memori akan hal pertama yang membuat diriku sampai saat sekarang ini masih tetap terus mengharapkannya. Hal kecil yang ia berikan kuanggap sesuatu yang sangat besar dampaknya akan diriku. Aku terlalu terobsesi untuk menjadikan diriku menjadi orang lain, aku seakan merasa tertekan atas keadaanku untuk menjadi diri sendiri, walaupun banyak orang yang tak mengerti akan hal tersebut.
   Mencintaimu membuat kreatifitasku terkubur dalam, membuat diriku menjadi seorang yang penakut, menjadi seseorang yang terlalu berharap. Namun, mencintaimu membuatku terus untuk memotivasi diriku untuk menjadi lebih baik lagi, bahkan mencintaimu membuat diriku bisa mengerti akan arti sebuah kesabaran.
Made in “ZULFI HAFITS ARIZA P. /@lakzulfi”.

Paling Banyak di Baca